kalo udah baca silahkan kasih komentar...Bebas asal tidak SARA.Thanks. Buat sementara bakal diposting 1 minggu sekali...
Setiap RE-POST akan ditampilkan sumber aslinya,,jadi mohon bagi yang repost tulisan saya juga menampilkan sumber ini...JANGAN MEMBAJAK!!!
(jika anda ingin me-repost. harap memberi komen. lalu saya akan mengirimnya melalui email anda.hatur nuhun)

KOMUNIKASI POLITIK

-->
Komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan  kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru.
 Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara “yang  memerintah” dan “yang diperintah”. Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telah dilakukan oleh siapa saja, mahasiswa, dosen, tukang ojek, penjaga warung, dan seterusnya. Tak heran jika ada yang menjuluki komunikasi politik sebagai neologisme, yakni ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.

 Dalam praktiknya, komunikasi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR.
 Konsep, strategi, dan teknik kampanye, propaganda, dan opini publik termasuk dalam kajian bidang ilmu komunikasi politik. Gabriel Almond menyebutkan bahwa komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication, are performed by means of communication.”
Secara lebih spesifik, Dan Nimmo memberikan definisinya, “Communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict.
Artinya kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia dalam kondisi konflik.
Sebagai suatu proses politik, tentu ada aktor dalam sebuah komunikasi politik, aktor tersebut dikenal dengan komunikator politik. Komunikator politik pada dasarnya adalah semua orang yang berkomunikasi tentang politik, mulai dari obrolan warung kopi hingga sidang parlemen untuk membahas konstitusi negara.
 Namun, yang menjadi komunikator utama adalah para pemimpin politik atau pejabat pemerintah karena merekalah yang aktif menciptakan pesan politik untuk kepentingan politis mereka. Mereka adalah pols, yakni politisi yang hidupnya dari manipulasi komunikasi, dan vols, yakni warganegara yang aktif dalam politik secara part time ataupun sukarela.
 Komunikator politik utama memainkan peran sosial yang utama dalam proses opini publik. Komunikator Politik terdiri dari tiga kategori, yakni: Politisi, Profesional, dan Aktivis.
1.    Politisi adalah orang yang bercita-cita untuk dan/atau memegang jabatan pemerintah, seperti aktivis parpol, anggota parlemen, menteri, dsb.
2.    Profesional adalah orang yang menjadikan komunikasi sebagai nafkah pencahariannya, baik di dalam maupun di luar politik, yang muncul akibat revolusi komunikasi. Munculnya media massa lintas batas dan perkembangan sporadis media khusus (majalah internal, radio siaran, dsb.) yang menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan. Terdiri dari jurnalis (wartawan, penulis) dan promotor (humas, juru bicara, juru kampanye, dsb.).
3.    Aktivis, yang terbagi menjadi dua, yakni:
a.    Juru bicara (spokesman) bagi kepentingan terorganisasi, tidak memegang atau mencita-citakan jabatan pemerintahan, juga bukan profesional dalam komunikasi. Perannya mirip jurnalis.
b.    Pemuka pendapat (opinion leader) yaitu orang yang sering dimintai petunjuk dan informasi oleh masyarakat, meneruskan informasi politik dari media massa kepada masyarakat. Misalnya tokoh informal masyarakat kharismatis, atau siapa pun yang dipercaya publik.
Sebagai proses, maka proses komunikasi politik sama dengan proses komunikasi pada umumnya (komunikasi tatap muka dan komunikasi bermedia) dengan alur dan komponen:
·      Komunikator/Sender – Pengirim pesan
·      Encoding - Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan
·      Message – Pesan
·      Media – Saluran
·      Decoding - Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol
·      Komunikan/Receiver – Penerima pesan
·      Feed Back - Umpan balik, respon.

Sementara itu, dalam menyampaikan pesannya, seorang komunikator politik dapat menggunakan saluran (media) seperti:
·      Komunikasi Massa
Bersifat satu arah. Komunikasi yang menggunakan media dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, terpencar, dan heterogen dan menimbulkan efek tertentu.
·      Komunikasi Tatap Muka
Bersifat satu arah. Dalam kampanye, dan pertemuan besar tradisional lainnya.
·      Komunikasi Interpersonal
Bersifat dua arah. Komunikasi face to face, biasa terdapat dalam skala kecil seperti door to door, obrolan biasa, dan lainnya, atau skala besar seperti rapat umum atau konferensi pers.
·      Komunikasi Organisasi
Gabungan komunikasi interpersonal dan massa. Komunikasi Tatap Muka misalnya diskusi tatap muka dengan bawahan/staf dan pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya, dan sebagainya..

0 komentar: