kalo udah baca silahkan kasih komentar...Bebas asal tidak SARA.Thanks. Buat sementara bakal diposting 1 minggu sekali...
Setiap RE-POST akan ditampilkan sumber aslinya,,jadi mohon bagi yang repost tulisan saya juga menampilkan sumber ini...JANGAN MEMBAJAK!!!
(jika anda ingin me-repost. harap memberi komen. lalu saya akan mengirimnya melalui email anda.hatur nuhun)

Konsep Dasar Kebijaksanaan Negara (Resume Buku)

1.    Makna kebijaksanaan (policy)
Diantara kita tentu pernah menyaksikan atau bahkan merasakan sendiri peristiwa – peristiwa berikut : ongkos transfortasi naik, Dll peristiwa – peristiwa berikut sebenarnya untuk menunjukan bahwa kebanyakan peristiwa yang berlangsung disekitar kita bukanlah terjadi secara alami, dalam berbagai peristiwa tadi kebijaksanaan negaralah (public policy) yang sesungguhnya telah memberikan warna terhadap timbulnya peristiwa tersebut.
2.    Apa yang dimaksud dengan Policy (kebijaksanaan)
Istilah policy (kebijaksanaan) seringkali penggunaannya saling dipertukarkan dengan istilah lain seperti tujuan (goals), program, keputusan, undang- undang, ketentuan- ketentuan, usul-usulan dan rancangan-rancangan besar.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, kebijaksanaan itu diartikan sebagai pedoman untuk bertindak. Seorang ahli, James E. Anderson merumuskan kebijaksanaan sebagai perilaku dari sejumlah aktor (pejabat, kelompok, instansi pemerintah) atau serangkaian aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu.
3.    Apakah kebijaksanaan negara itu?
Dalam keputuaskaan  ilmu kebijaksanaan negara yang hingga kini ribuan jumlahnya, dapat kita kemukakan macam definisi kebijaksanaan negara, dalam tulisan ini kebijaksanaan negara mengikuti pandangan anderson diartikan sebagai kebijaksanaan yang dikembangkan atau dirumuskan oleh instansi-instansi pemerintah, dalam kaitan ini aktor-aktor bukan pemerintah atau swasta tentu saja dapat mempengaruhi perkembangan atau perumusan kebijaksanaan negara.
4.    Ciri – ciri kebijaksanaan Negara
Ciri-ciri khusus yang melekat pada kebijaksanaan-kebijaksanaan negara bersumber pada kenyataan bahwa kebijaskaanaan itu dirumuskan oleh apa yang David Easton disebut sebagai orang-orang yang memiliki wewenang dalam sistem politik, yakni para tertua adat, para ketua suku, para eksekutif, para legislator, para hakim, para administrasi, para monarki dan lain sebagainya. Mereka inilah yang menurut easton merupakanorang yang dalam kesehariannya terlibat dalam urusan-urusan politik dari sistem politik dan dianggap sebagai besar warga sistem politik itu sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap urusan-urusan politik tadi dan berhak untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu sepanjang tindakan-tindakan tersebut masih berada dalam batas-batas peran dan kewenangan mereka.
penjelasan yang baru dikemukakan diatas membawa implikasi terhadap komsep kebijaksanaan negara.
a.    Kebijaksanaan negara lebih merupakan tindakan yang mengarah pada tujuan dari pada sebagai perilaku atau tindakan yang serba acak dan kebutulan
b.    Kebijaksanaan pada hakikatnya terdiri dari tindakan – tidakan yang saling berkait dan berpola pada mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh pejabat – pejabat pemerintah dan bukan merupakan keputusan – keputusan yang berdiri sendiri.
c.    Kebijaksanaan bersangkut paut dengan apa yang senyatanya dilakukan pemerintah dalam mengatur perdagangan, mengendalikan inflasi, atau menggalakan program perumahan rakyat bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah dan bukan hanya sekedar apa yang ingin dilakukan oleh pemerintah dalam bidang – bidang tersebut.
d.   Kebijaksanaan negara mungkin berbentuk positif mungkin pula negatif.
Perlu diingat, bahwa kategori – kategori ini dalam praktek yang sebenarnya tidak mesti terjadi secaara runtut, masing – masing kategori ini akan dibahas secara ringkas dalam uraian berikut.
a)    Tuntutan kebijaksanaan ialah tutntutan atau desakan yang ditunjukan pada pejabat – pejabat pemerintah yang dilakukan aktor lain, baik swasta ataupun kalangan pemerintah sendiri, dalam sistem politik untuk melakukan tindakan tertentu atau sebaliknya tidak berbuat sesuatu terhadap masalah tertentu.
b)   Keputusan kebijaksanaan ialah keputusan – keputusan yang dibuat oleh pejabat pemerintah yang dimaksudkan untuk memberikan keabsahan, kewenangan atau memberikan arah terhadap pelaksanaan kebijaksanaan negara.
c)    Pernyataan kebijaksanaan ialah pernyataan resmi atau artikulasi (penjelasan) mengenai kebijaksanaan negara tertentu.
d)   Kelurahan kebijsaksanaan adalah merupakan wujud kebijaksanaan negara yang paling dilihat dan dirasakan karena menyangkut hal – hal yang senyatanya dilakukan guna merealisasikan apa yang telah digariskan dalam keputusan – keputusan dan pernyataan – pernyataan kebijaksanaan.
e)    Hasil akhir kebijaksanaan, ialah akibat – akibat atau dampak – dampak yang benar – benar dirasakan oleh masyarakat baik yang dihatrapkan maupun yang tidak diharapkan sebagai konsekuensi dari adanya tindakan pemerintah dalam bidang – bidang atau masalah – masalah tertentu dalam masyarakat.
5.    Mengapa kebijakasnaan negara perlu dipelajari?
Para ilmuwan politik pada masa lampau pada umumnya mempunyai minat terhadap proses politik, semisal proses legislatif atau proses pemilihan umum, atau menaruh perhatian terhadap unsur – unsur sistem politik, seperti kelompok kepentingan atau pendapat umum. Kecendrungan makin meningkat perhatian para ilmuan politik terhadap study kebijaksanaan negara ini telah dilukiskan secara tepat oleh Prof. Thomas Dye (1978) sebagai berikut :
“study ini mencangkup upaya menggambarkan isi kebijaksanaan negara, penilaian mengenai dampak dari kekuatan – kekuatan yang berasal dari lingkungan terhadap isi kebijaskaanaan negara, analisis mengenai akibat dari berbagai pengaturan kelembagaan dan proses – proses politik terhadap kebijaksanaan negara, penelitian mendalam mengenai akibat – akibat dari berbaagai kebijaksanaan negara terhadap sistem politik, dan evaluasi dampak kebijaksanaan negara pada masyarakat, baik berupa dampak yang tidak diharapkan”.

Menurut anderson dan Dye (1978) yang telah mengklasifikasikan alasan mempelajari kebijaksanaan negara ini dalam tiga (3) kategori :
a.    Alasan Ilmiah (Scientific Reason)
Maka kebijaksanaan negara dipelajari dengan maksud untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai hakikat dan asal mula kebijaksanaan negara, berikut proses yang mengantarkan perkembangan serta akibat – akibatnya pada masyarakat.
b.    Alasan Profesional (Professional Reason)
Kebijaksanaan negara dimaksudkan sebagai upaya untuk menerapkan pengetahuan ilmiah dibidang kebijaksanaan negara guna memecahkan masalah sosial sehari – hari.
c.    Alasan Politis (Political Sistem) 
          Mempelajari kebijaksanaan negara pada dasarnya dimaksudkan agar pemerintah dapat menempuh kebijaksanaan yang tepat guna mencapai tujuan yang tepat pula. Dengan kata lain, study kebijaksanaan negara disini dimaksudkan untuk menyempurnakan kualitas kebijaksanaan negara yang dibuat oleh pemerintah.

0 komentar: