kalo udah baca silahkan kasih komentar...Bebas asal tidak SARA.Thanks. Buat sementara bakal diposting 1 minggu sekali...
Setiap RE-POST akan ditampilkan sumber aslinya,,jadi mohon bagi yang repost tulisan saya juga menampilkan sumber ini...JANGAN MEMBAJAK!!!
(jika anda ingin me-repost. harap memberi komen. lalu saya akan mengirimnya melalui email anda.hatur nuhun)

Penelitian dan Penulisan Ilmiah

Penelitian dan penulisan ilmiah dalam prakteknya memiliki banyak metode yang berlainan. Walaupun demikian,  pada dasarnya memiliki pemikiran yang sama. Penulisan ilmiah merupakan argumentasi penalaran keilmuan yang di tuangkan lewat bahasa tulisan. Untuk itu maka sangat diperlukan penguasaan bidang ilmiah yang bersangkutan untuk dapat melakukan penelitian dan mengkomunikasikannya secara tertulis.

Bagi seorang penulis yang telah  menguasai teknik penulisan  ilmiah dengan baik, tidak jadi masalah jika dia menempatkan hipotesis langsung setelah perumusan masalah, dimana akan ditempatkannya postulat, asumsi atau prinsip. Karena dia telah memahami fungsi dan peran bagian- bagian tersebut dalam keseluruhan karya ilmiah.
Lain halnya dengan mereka yang belum menguasai logika penalaran ilmiah secara baik, mereka akan menganggap bahwa pedoman penulisan merupakan sebuah aturan baku dan tidak dapat dirubah sama sekali. Untuk itu maka diperlukan ilmu dan kerangka berfikir filsafati dalam rangka memehami logika dan arsitektur penulisan ilmiah.
Struktur Penelitian dan Penulisan Ilmiah
Pada awal penulisan karya ilmiah penulis dituntut untuk mengajukan sebuah masalah. Perlu dipahami bahwa sebuah masalah tidak pernah berdiri sendiri melainkan memiliki keterkaitan dengan faktor-faktor lain. Sebelum membahas lebih jauh mengenai faktor-faktor lain yang ada di sekitar masalah. Ada baiknya kita mengenali apa itu masalah, serta pengertian variabel dan  berbagai macam variabel dalam penelitian ilmiah.
Apa itu masalah?
Penentuan masalah dalam sebuah penelitian sangat bergantung dari tujuan dan jenis penelitian serta ruang lingkup keilmuan tertentu. Terdapat dua definisi yang umum dipakai mengenai masalah. Pertama, apabila ada kesenjangan antara das sollen dengan das sein, ada perbedaan antara harapan dan kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara yang seharusnya dan dalam kenyataan, dan lain-lain. Kedua, suatu hal, keadaan atau kejadian yang menimbulkan berbagai pertanyaan dalam pikiran untuk mengetahui keadaan dan kedudukan serta hal ihwal yang menimbulkan pertanyaan dan keragu-raguan dan menimbulkan hasrat untuk mengetahui hal yang sebenarnya secara lebih mendalam.
Variabel (Konsep) Penelitian
Variabel adalah abstraksi yang mewakili suatu objek, sifat suatu objek, atau suatu fenomena tertentu.  Variabel- variabel dalam penelitian memiliki jenis yang bermacam-macam, tetapi variabel yang utama dalam penelitian adalah variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat), dan kadang di munculkan juga variabel ekstra atau variabel kontrol.
Variabel-variabel tersebut didefinisikan sebagai berikut:
§  Variabel Dependen: Konsep yang hendak dijelaskan dan diramalkan kejadiannya sebagai akibat dari variabel lain atau bertindak sebagai respon.
§  Variabel Independen: Konsep yang dipakai untuk menjelaskan dan meramalkan konsep lainnya atau bertindak sebagai rangsangan.
§  Variabel Ekstra: Konsep selain variabel independen yang mungkin mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen
Hubungan antar variabel bisa terdiri dari dua variabel (bivariat), dan bisa juga lebih d€ari dua variabel (multivariat). Dalam hubungan bivariat, hanya terdapat satu variabel independen (sebab) dan satu variabel dependen (akibat). Sedangkan dalam hubungan multivariat terdapat lebih dari satu variabel independen (sebab) untuk satu variabel dependen (akibat), atau sebaliknya.
Setelah memahami definisi dan berbagai jenis konsep dalam penelitian, barulah kita membahas mengenai faktor-faktor yang ada di sekitar masalah yang dihadapi dalam penelitian ilmiah.
1.    Latar Belakang Masalah
Latar belakang adalah penjelasan mengenai tema atau topik penelitian. Yaitu penuturan mengenai aspek-aspek dan tema sentral yang diteliti, yaitu:
o  Membicarakan topik secara umum,
o  Mengaitkan teori-teori yang sesuai dengan masalah,
o  Mengidentifikasi keterkaitan masalah yang satu dengan lainnya sesuai dengan tema masalah,
o  Pertimbangan mengapa masalah itu perlu diteliti, serta
o  Gambaran akan kegunaan hasil penelitian.
2.    Identifikasi Masalah
Dari penjabaran topik penelitian yang terdapat dalam latar belakang masalah, dapat ditarik berbagai kemungkinan objek permasalahan. Identifikasi masalah merupakan permulaan dari penguasaan masalah dimana suatu objek dalam suatu jalinan situasi tertentu dapat dikenali sebagai masalah.
3.    Pembatasan Masalah
Ternyata dalam identifikasi masalah ditemukan sangat banyak permasalahan yang dapat dikenali dari topik utama penelitian. Akan tetapi karena mutu sebuah hasil penelitian tidak berdasarkan pada kuantitas tetapi pada kualitas, maka diperlukan adanya pembatasan terhadap masalah-masalah tersebut. Pada umumnya, pembatasan masalah menyangkut kepada dua hal. Pertama, pembatasan pada ruang lingkup tema. Artinya peneliti memilih masalah dari kemungkinan yang ada sesuai dengan tema penelitian atau berdasarkan bidang keilmuannya saja. Kedua, pembatasan pada waktu penelitian. Artinya peneliti menetapkan periodisasi waktu yang akan diteliti.
4.    Perumusan Masalah
Dengan pembatasan masalah, maka fokus masalah menjadi bertambah jelas dan memungkinkan kita untuk merumuskan masalah dengan baik. Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan apa saja yang akan kita cari jawabannya. Dengan kata lain perumusan masalah merupakan pernyataan secara lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti.Sehingga peneliti akan dapat merumuskan kerangka penelitian yang jelas.
5.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Setelah masalah dirumuskan dengan baik, langkah selanjutnya adalah peneliti mengemukakan tujuan dan kegunaan penelitiannya. Tujuan ini adalah upaya untuk mengungkapkan arah dan tujuan umum dari apa yang akan dicapai atau diharapkan dari sebuah penelitian., sehingga merupakan lanjutan dari identifikasi masalah. Umumnya tujuan penelitian menyangkut keinginan untuk memaparkan (to dispose) dan menjelaskan (to explain) dari apa yang dinyatakan dalam identifikasi masalah.
Sedangkan kegunaan penelitian, adalah upaya untuk menjelaskan tentang kegunaan atau \manfaat apa lyang akan diperoleh dari penelitian.
6.    Penyusunan Kerangka Teoritis
Pada hakekatnya kerangka teoritis merupakan sumber dan landasan untuk menganalisis masalah yang akan diteliti. Secara umum kerangkateoritios merupakan sumber dan landasan untuk menganalisis masalah yang akan diteliti. Secara umum kerangka teoritis berisi teori-teori yang mempunyai relevansi dengan masalah yang akan dibahas (variabel-variabelnya), sehingga dapat dikatakan jika kerangka teoritis merupakan instrumen yang membantu peneliti untuk menerangkan dan meramalkan fenomenayang akan terjadi dan mempunyai peranan yang besar dalam keberhasilan melakukan analisis.
Dalam bagian akhir kerangka teoritis dikenal dengan adanya asumsi. Asumsi adalah pandangan awal peneliti dalam melihat dan memetakan masalah penelitian. Asumsi dinyatakan dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang diarahkan dan dijadikan dasar penarikan hipotesis.
Untuk memudahkan pemahaman baik untuk peneliti maupun untuk pembaca, sebaiknya paparan kerangka teoritis disajikan dalam bentuk skema kerangka teoritis.
7.    Pengajuan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang telah dirumuskan. Di dalamnya terdapat dua variabel atau lebih yang dapat di uji secara empiris guna menemukan kebenaranya. Keputusan ini dirumuskan dengan proses logika deduktif atau menetapkan jawaban sementara atas dasar teori-teori pengetahuan ilmiah yang relevan dengan permasalahan melalui penalaran atau rasio. Oleh sebab itu, peneliti harus menguasai prinsip-prinsip, hukum dan asumsi-asumsi dalam kerangka teoritis, artinya hipotesis diturunkan dari teori-teori dan asumsi-asumsi dari kerangka teoritis.
Perumusan hipotesis dalam sebuah penelitian memiliki banyak jenis atau model. Berikut adalah sebagian contohnya:
·      Jika X maka Y
·      Apabila X maka Y
·      Y disebabkan oleh X
·      X mempengaruhi Y
·      Karena X maka Y
·      Y merespon X
·      Semakin X maka semakin Y
·      Dan kata lainnya yang memiliki sebab-akibat
Ket: X = Variabel Independen
        Y = Variabel Dependen
 8.    Metodologi Penelitian dan Pengumpulan Data
Setelah peneliti menetapkan hipotesis maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis yang telah diputuskan. Artinya peneliti melakukan verifikasi apakah pernyataan yang dikandung oleh hipotesis tersebut di dukung oleh kenyataan yang bersifat faktual. Masalah yang di haadapi dalam proses verufikasi ini adalah bagaimana prosedur dan cara dalam pengumpulan dan analisis data sehingga kesimpulan yang ditarik memenuhi persyaratan berfikir induktif. Penetapan prosedur dan cara ini disebut metodologi penelitian. Dengan kata lain  metodologi penelitian adalah pengungkapan atau penguraian metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian. Termasuk di dalamnya langkah-langkah penelitian, sampel, dan alat ukur.   
9.    Penutup
·    Berisi kesimpulan hasil penelitiuan yang ditulis dalam bentuk rangkuman singkat tetapi jelas dan formatif.
·      Pada bagian akhir ditulis suatu penegasan bahwa hipotesis penelitian diterima atau ditolak.
·      Kesimpulan dan penegasan lebih mudah dipahami penerima apabila diuraikan poin per poin.

0 komentar: