kalo udah baca silahkan kasih komentar...Bebas asal tidak SARA.Thanks. Buat sementara bakal diposting 1 minggu sekali...
Setiap RE-POST akan ditampilkan sumber aslinya,,jadi mohon bagi yang repost tulisan saya juga menampilkan sumber ini...JANGAN MEMBAJAK!!!
(jika anda ingin me-repost. harap memberi komen. lalu saya akan mengirimnya melalui email anda.hatur nuhun)

Tempat dan Waktu Berlaku Hukum

 Tempat Berlakunya Hukum:
a)    Nasional
Dalam menjaga fungsinya sebagai penjaga ketertiban warga, pemerintah menetapkan beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh warganya. Dalam hal ini hukum berlaku hanya dalam skala nasional. Dan jika objek hukum telah keluar dari wilayah hukum tersebut, maka aturan-aturan tadi tidak lagi mengikat.

b)   Internasional
Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, seorang individu maupun kelompok akan selalu berhubungan dengan pihak lainnya, termasuk pihak dari negara lain (pihak asing). Oleh karena itu, hukum sebagai alat untuk menjaga kepentingan dan memberikan perlindungan, bukan hanya diperlukan untuk wilayah suatu negara saja, tetapi juga harus diberlakukan dalam ranah internasional.
Hukum internasional dapat diperoleh dengan melakukan perjanjian bilateral, dan kemudian menempatkan diplomat (duta besar) sebagai perantara di negara yang menjadi partner. Maupun dengan melakukan perjanjian multilateral, dan kemudian menempatkan diplomat sebagai perwakilan pada organisasi-organisasi internasional. Van Kan dan J.H. Beekhuis (1983:106) berpendapat bahwa hubungan hukum antar dua negara akan bersifat tertutup, karena kemungkinan negara lain bergabung akan sangat kecil atau bahkan tidak mungkin sama sekali. Maka hubungan ini dinamakan hukum antar negara khusus. Sedangkan perjanjian multilateral akan lebih bersifat terbuka dan dapat menerima negara lain untuk ikut ke-dalamnya. Hubungan ini dinamakan hukum antar negara umum (Algemeen Volkenrecht).
Seringkali hukum internasional tidak memiliki sanksi yang tegas bagi anggotanya yang melanggar. Hal ini terjadi karena hukum internasional juga sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dari negara-negara yang telah melakukan perjanjian.
c)    Asing
Adanya hubungan antar negara merupakan faktor kunci dilaksanakannya hukum asing di dalam sebuah negara. Yang dimaksud hukum asing ialah sebuah keadaan dimana digunakannya hukum negara lain pada suatu negara karena sebab-sebab tertentu.
Hukum asing diantaranya digunakan dalam lingkungan kedutaan besar negara tertentu, misalnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran akan tetap menggunakan hukum Indonesia karena secara yuridis wilayah itu adalah daerah teritorial istimewa Republik Indonesia.
Keadaan lain yang dapat me-legalkan penggunaan hukum asing ialah jika dalam perjanjian antar negara terdapat klausul untuk dapat menggunakan hukum negara tersebut di wilayah negara lain. Misalnya warga negara Republik Indonesia di Hong Kong, akan tetap terikat dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia karena dalam perjanjian kedua negara tersebut ada klausul yang me-legalkan penggunaan hukum Indonesia di negara tersebut.
d)   Gereja
Hukum gereja adalah hukum yang secara khusus dibuat untuk persekutuan gereja untuk memaksa, mengikat dan mengatur para jemaatnya. Aturan gereja dapat dianggap sebagai hukum karena gereja, dilihat dari sudut pandang yuridis merupakan sebuah lembaga (zedelijklichaam) atau badan hukum (rechtpersoon). Jadi, yang dimaksud di sini bukan hanya umat Kristiani sebagai pemilik gereja saja. Tetapi secara umum dapat dipandang sebagai umat beragama. Karena setiap agama juga memiliki hukum yang berbeda, tetapi pada akhirnya berujung pada tujuan yang sama.
Hukum agama memiliki peran yang sangat penting dalam kaidah sumber hukum. Mengapa?? Karena agama memiliki peranan yang penting pula bagi kehidupan manusia. Agama merupakan pegangan, pedoman, sekaligus harapan manusia dalam mencapai Tuhannya. Hukum agama juga memberi pengaruh yang signifikan bagi pembentukan hukum itu sendiri, misalnya dalam hal jual-beli, perkawinan, pemisahan barang umum dari perniagaan, dan banyak lainnya.


Waktu Berlakunya Hukum:
a      Ius Constitutum (Hukum Positif)
Yang dimaksud Ius Constitutum (hukum positif) ialah hukum yang berlaku pada saat tertentu, oleh masyarakat tertentu dan dalam suatu daerah tertentu. Artinya hukum tersebut merupakan segala sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat dalam suatu masa dan tempat tertentu. Hal tersebut mungkin sudah tidak dianggap baik lagi jika dilakukan di tempat, waktu, maupun di masyarakat yang berbeda.
b      Ius Constituendum
Ius Constitiendum merupakan hukum yang diharapkan masih berlaku pada waktu selanjutnya. Idealnya, hukum memang harus berlaku pada jangka waktu yang lama dan dapat diterima oleh semua golongan masyarakat.
c      Hukum Asasi (Hukum Alam)
Hukum Alam ialah hukum yang berlaku selama-lamanya dan tidak mengenal batasan tempat, waktu, dan masyarakat tertentu.

0 komentar: